Aki merupakan salah satu bagian paling penting pada kendaraan. Oleh karena itu, tak heran jika banyak yang melihatnya sebagai peluang usaha, baik dengan menyediakannya di bengkel maupun toko yang khusus menjual aki. Lalu, bagaimana cara menyimpan aki yang benar?
Mengingat pentingnya aki yang sehat dan harganya yang tidak murah, mengetahui cara menyimpan aki yang benar tentu menjadi hal yang perlu dipahami. Apalagi jika Anda harus menyimpannya dalam jumlah yang banyak.
Jika tidak dilakukan dengan benar, bukan tidak mungkin aki akan mengalami kerusakan dan pada akhirnya tidak bisa digunakan. Nah, berikut beberapa cara untuk menyimpan aki dengan baik yang bisa Anda lakukan.
Cara Menyimpan Aki Dengan Benar Agar Tak Mudah Rusak

Anda yang memiliki kendaraan mungkin sudah paham betul bahwa ada jenis-jenis aki yang biasa ditemui. Mulai dari aki kering, aki basah, aki kalsium hingga aki hybrid. Meskipun jenis aki ada cukup banyak, sebenarnya cara menyimpan aki tersebut tidaklah jauh berbeda.
Dalam menyimpan aki, Anda bisa menggunakan kardusnya lalu disimpan dalam rak gudang yang aman dan berkualitas. Untuk lebih jelasnya, berikut cara menyimpan aki agar aman dan hal-hal yang perlu diperhatikan.
1. Pilih Dulu Tempat Penyimpanan yang Tepat
Ketika akan menyimpan suatu barang termasuk aki apalagi dalam jumlah banyak, maka hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah menyediakan tempat penyimpanan yang tepat. Pertama, buatlah tempat yang memiliki ventilasi dan sejuk.
Kemudian, pastikan juga tidak meletakkannya terlalu dekat dengan benda yang mudah terbakar atau terkena sinar matahari langsung. Inilah mengapa memilih desain interior toko aki atau bengkel penting untuk dipikirkan secara matang.
2. Pastikan Aki Diletakkan dengan Posisi yang Tepat

Hal selanjutnya yang juga perlu Anda perhatikan ketika menyimpan aki adalah posisinya. Pastikan aki disusun dengan posisi tegak dan tidak terbalik. Hal ini demi menjaga kebocoran elektrolit yang bisa membuat aki menjadi rusak dan tidak aman.
Selain itu, sebaiknya susun aki dengan jarak yang memadai agar memiliki sirkulasi udara yang mencukupi. Jika aki dipaksa disusun terlalu banyak dan penuh berdempetan, bukan tidak mungkin aki akan menjadi rusak dan malah tidak bisa digunakan.
3. Anda Harus Mengontrol dan Kelembaban Suhu di Gudang Penyimpanan
Hal lain yang perlu Anda perhatikan dalam menyimpan aki adalah suhunya. Dengan menjaga suhu selalu konsisten, perubahan komponen di dalam aki secara ekstrim bisa diminimalisir.
Selain itu, cara menyimpan aki selanjutnya yang juga perlu Anda perhatikan adalah kelembabannya. Pastikan ruangan penyimpanan tidak memiliki kelembaban yang terlalu tinggi. Karena bisa menyebabkan sirkuit pendek dan korosi terminal yang berbahaya.
4. Perhatikan Masa Simpan Aki
Seperti baterai pada umumnya, aki juga memiliki masa simpan baterai maksimal. Oleh karenanya, Anda perlu mengecek waktu tersebut, bahkan ketika aki sedang tidak digunakan. Caranya adalah dengan mengecek tanggal pembuatan sebelum aki disimpan.
Kemudian, pastikan Anda untuk mengecek kondisi aki yang disimpan tadi beberapa bulan sekali. Sebaiknya, hindari menyimpan baterai selama lebih dari 6-12 bulan tanpa melakukan perawatan yang diperlukan.
Pemeliharaan yang Perlu Dilakukan Ketika Menyimpan Aki

Berbeda dengan barang lainnya, ternyata aki juga membutuhkan beberapa pemeliharaan ketika sedang disimpan. Hal ini demi menjaga kondisi aki agar selalu sehat dan optimal.
Jika Anda menyimpan aki dalam jumlah banyak, mengecek dan merawat aki tersebut tentu akan membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Nah, berikut beberapa pemeliharaan sederhana yang perlu Anda lakukan.
1. Pembersihan dan Perlindungan Bagian Terminal
Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah membersihkan dan melindungi bagian terminalnya. Hal ini dikarenakan tumpukan debu dan korosi pada bagian terminal sangat bisa mempengaruhi kinerja dari aki tersebut.
Anda bisa membersihkan korosi dengan menggunakan air larutan baking soda dan sikat kawat. Lalu terakhir tinggal berikan semprotan anti korosi untuk melindunginya.
2. Pemeriksaan Tegangan Rutin
Cara selanjutnya yang juga perlu Anda lakukan dalam menyimpan aki yang baik dan aman adalah memeriksa tegangannya secara rutin. Anda bisa melakukannya dengan menggunakan multimeter selama dua hingga tiga bulan sekali.
Untuk aki jenis timbal asam, pastikan bahwa tegangannya tidak di bawah 12.4 V. Jika sudah di bawah tersebut, Anda harus langsung melakukan pengisian ulang.
3. Pengisian Aki

Jika aki akan disimpan dalam waktu yang cukup lama, maka Anda juga harus melakukan pengisian baterainya. Contohnya, untuk beberapa jenis aki perlu diisi setidaknya tiga hingga enam bulan sekali.
Selain itu, gunakanlah pengisian daya yang berkualitas dan tidak melakukan pembuangan di dalam. Sebab hal ini bisa menimbulkan kerusakan jika dilakukan terus menerus.
Nah, itulah beberapa cara menyimpan aki secara benar dan aman dan beberapa hal yang perlu diperhatikan. Selain itu, Anda juga sebaiknya menghindari beberapa hal seperti menyusun aki dengan tidak tepat, mengabaikan tanggal kadaluarsa, meletakkan aki di tempat mudah terbakar dan lain sebagainya.
Lalu, untuk menyimpan aki yang sudah pernah dipakai sebelumnya, pastikan untuk membersihkan aki dan setiap bagiannya terlebih dahulu. Dengan begini, Anda bisa menurunkan risiko tingkat korosi dan hal-hal lainnya. Bagaimana, jika Anda sudah mengetahui tips dan cara menyimpan aki yang benar, sebenarnya hal ini tidak sulit untuk dilakukan bukan? Semoga bermanfaat.